Budidaya Karet Sangat Prosfektif di nagari Tikalak

7 09 2008

H. Gusmal : Prioritaskan Sekolah Karena Masa Depan  Akan  Mudah”

 

Solok- Masyarakat nagari Tikalak, Kecamatan X Koto Singkarak memproyeksikan dalam beberapa tahun ke depan nagari yang berada disisi Timur danau Singkarak itu akan muncul sebagai penghasil karet terbesar di Kabupaten Solok.

            Predisksi demikian didasarkan pada aktivitas  petani karet di nagari tersebut yang terus menujukkan peningkatan produktivitas budidaya karet dengan jumlah produksi sebanyak 3 ton per minggu.

Wali Nagari Tikalak Stafrianto dihadapan Bupati Solok H. Gusmal Dt. Rajo Lelo, SE, MM selepas buka bersama di mesjid Raya setempat mengemukakan, bahwa budidaya karet di nagari berpenduduk sebanyak 1257 jiwa itu semakin diminati warga selain tetap melakukan aktivitas sebagai nelayan ikan di perariran danau Singkarak.

Sebagai usaha alternative dalam upaya mensukseskan program Tiga Pilar Pembangunan Kabupaten Solok di bidang ekonomi kerakyatan, masyarakat nagari Tikalak memiliki kemauan keras untuk membudidayakan komoditi karet disamping budidaya komoditi lain.

Wali nagari Tikalan tidak sekedar berwacana dalam menyampaikan harapannya ke depan, karena dari areal lahan budidaya komoditi karet seluar 700 hektar, seluas 300 hektar diantaranya telah dikembangkan dengan pohon getah.

“ Semangat bekerja keras masyarakat terhadang oleh pengadaan bibit karet yang cukup terbatas. Karena itu kami mengharapkan pihak Pemkab. Solok bisa memfasilitasi petani dengan bantuan bibit, “ tutu Syafrianto.

Pengembangan usaha ekonomi kerakyatan di nagari Tikalak, kata Syafrianto, ternyata juga tidak terlepas dari ketersediaan infrastruktuir nagari seperti pembangunan jalan untuk mempertinggi akses ekonomi dan meningkatkan mobilisasi masyarakat.

Salah satu ruas jalan yang dirasakan cukup mendesak untuk pengembangan pembangunan perekonomian di nagari Tikalak, menurut wali nagari setempat adalah kelanjutan pembangunan jalan yangmenghubungkan nagari tersebut dengan nagari Aripan sepanjang kurang lebih 2 Km.

Terkait dengan program pendidikan dan kesehatan, Syafrianto sebagai Wali Nagari dengan berani menyatakan pihaknya cukup akomodatif dalam program sukses wajib Belajar. Terbukti dari sebanyak 39 Sekolah Dasar (SD) di kecamatan X Koto Singkarak, 2 SD di rangking SD nagari tersebut menempati perolehan rangking nomor  7 dan nomor 16.

“ Sementara dari sisi angka anak putus sekolah, sampai saat ini kami nyatakan tidak ada yang tidak sekolah, “ tutur Syafrianto.

Bupati Solok H. Gusmal Dt. Rajo lelo, SE, MM yang hadir di Tikalak bersama rombongan Tim Ramadhan Khusus Kab. Solok diantaranya Sekda Drs. Asrizal Mukhtar, MM, Kepala Bawasada Dusral, SE, MM, Kepala Dinas Hutbun Ir. Tissarmi, MM,  Kepala Dinas Perhubungan Drs. Raflis, MM, kepala Dinas Sosnakertrans Samwil, SE, Kasat Pol-PP Drs. Asril, MM, Kepala Kantor KB Drs. Jasril, Kepala Kantor Inforkom Drs. Alfajri, didampingi oleh anggota DPRD asal pemilihan wilayah setempat Syafri Dt. Siri Marajo, menyampaikan rasa bangganya atas kebersamaan dan kerja keras Warga Tikalak yang tetap memprioritaskan pendidikan dan menghidupkan perekonomian.

Namun demikian, Bupati Solok tetap mewanti-wanti agar seluruh komponen nagari seperti lembaga pemerintah nagari, Ninik Mamak, dan tokoh masyarakat setempat tidak lengah dalam perjalanan pembangunan itu sendiri.

Terlebih dalam menghadapi proses globalisasi yang menghadirkan banyak tantangan, pengawasan terhadap generasi muda perlu terus ditingkatkan.

“ Pengawasan prilaku anak dan generasi masa depan perlu terus ditingkatkan agar mereka tidak terjebak oleh berbagai macam pengaruh negatif, seperti Narkoba, Judi dan sebagainya, “ ingat Bupati Solok.

Gusmal menyebutkan, nagari Tikalak sekarang telah jauh berkembang dan berkualitas. Fenomena itu ditunjukkan dari sejumlah pejabat yang berasal dari nagari tersebut sebagai indicator kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di nagari tersebut.

“ Namun demikian kita semua tidak boleh lengah memberikan pengawasan dalam meningkatkan pendidikan  bagai anak-anak. Kita di kabupaten Solok tidak ingin lagi mendengar apalagi melihat masih ada anak-anak umur 7 sampai 12 tahun yang tidak bersekolah, “ tegasnya.

Dengan bersekolah, kata Gusmal, akan banyak pil;ihan untuk menentukan masa depan. Dengan sekolah masa depan akan menjadi mudah. Jaman kini, sebut Gusmal, untuk menjadi wali jorong saja sudah harus tamat SMA.

  Sekolah sudah sangat penting artinya sekarang. Karena itu, Wali nagari dihimbau untuk menjeput anak-anak  yang tidak sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya, “ tutur Bupati Solok.

Jangan Tinggalkan Anak Dalam Keadaan Lemah

Dalam upayanya mensukseskan program Wajib Belajar, pihaknya telah melakukan usaha pembelajaran bagi 40 orang anak yang tadinya tidak sekolah, kemudian dijeput kembali dan disekoahkan dengan  menyewakan sebuah kedai kecil di Payung Sekaki dengan mendatangkan tenaga kpengajar ke sekolah darurat tersebut.

“ Sekarang mereka sudah pandai baca tulis dan tempo hari ada yang menulis surat Kepada Bupati menyampaikan terimakasih dan mengundang untuk dating kembali ke sekolah mereka, “ jelas Gusmal dengan suara takjub.

Disamping itu pihaknya juga menyebutkan metode sekolah khusus di kab. Solok dengan jumlah murid sebanyak  94 orang. Gusmal menyampaikan hal itu dengan harapan para orang tua tidak meninggalkan anaknya dalam keadaan lemah, dalam pengertian tidak berilmu pengetahuan dan  beramal shaleh.

Menandai Kunjungan Tim Ramadhan Khusus Kab. Solok di nagari Tikalak, bupati Solok selain menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 4 Juta berikut bantuan paket Al-qur’an dan buku tuntunan shalat lengkap, juga menyerahkan beasiswa secara simbolis bagi 23 orang anak dari keluarga miskin masing-masing sebanyak Rp 300.000.

Bersamaan dengan itu, anggota DPRD dari partai Golkar Syafri Dt. Siri Marajo mengalokasikan pula dana Partisipatif Dewan sebanyak Rp 2,5 juta untuk peningkatan pembangunannagari Tikalak, kemudian menerima bantuan bibit karet sebanyak 1000 batang dari Dinas Hutbun dan 6000 batang dari Wali nagari setempat. -402-

 



MTQ Kecamatan Lembang Jaya Dihadiri Banyak Anggota DPRD

22 08 2008

Solok-Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil qur’an (MTQ) Nasional ke 33 tingkat kecamatan lembang jaya, merupakan rangkaian kegiataan keagamaan paling akbar sejak sepanjang penyelenggaraan lomba baca seni Al-qur,an itu seluruh kecamatan di kabupaten Solok. Betapa tidak, sudah sepuluh kecamatan yang mengadakan alek keagamaan itu, baru pada pembukaan MTQ Lembang Jaya yang dihadiri oleh puluhan anggota DPRD Kabupaten Solok.

Entah gejala apa, namun ternyata anggota legislatif di DPRD kabupaten Solok tiba-tiba menunjukkan sikap simpatik dimuka publik. Masyarakat yang menyaksikan fenomena itu tentu saja merasa senang, meski diantaranya ada juga yang bertanya-tanya , ada apa dibalik kehadiran mereka.

Tentu saja fenomena itu membuat perasaan Camat lembang jaya Nasripul Romika berbunga bunga dan suasana tersebut jelas menghilangkan rasa penat-penat dibadan.

Padahal sebelumnya, apapun acaranya di tingkat nagari atau kecamatan, cenderung hanya dihadiri oleh Bupati Solok H. Gusmal DT. Rajo Lelo bersama sejumlah pejabat di daerah itu. Seolah yang memiliki masyarakat hanya Bupati Solok saja. Sementara anggota Dewan yang notabene adalah wakil rakyat di gedung DPRD terkesan basilengah.

Ironisme tersebut akhirnya terjawab manakala Ketua DPRD Kabupaten Solok Ir. Hilda Osmiati yang diberi kesempatan menyampaikan sambutan mengaku kepedulian anggota DPRD Kabupaten Solok sangat tinggi terhadap usaha-usaha pembangunan pendidikan, khususnya pendidikan bidang keagamaan.

Menurut Hilda Osmiati, perkembangan pendidikan di Kabupaten Solok tidak lepas dari perhatian legislatife. Hal itu bias dilihat dari alokasi dana pendidikan bidang keagamaan dio APBD Kabupaten Solok yang teruys menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Upaya tersebut tentu merupakan konsistensi sikap legialtif terhadap aspek aspek pembangunan guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia itu sendiri.

“ Kehadiran anggota DPRD Kabupaten Solok pada acara pembukaan MTQ Lembang Jaya ini pun merupakan bagian dari kepedulian itu sendiri, “ tutur Ketua DPRD Kabupaten Solok Hilda Osmiati sembarim memperkenalkan koleganya satu persatu kepada masyarakat setempat.

Bupati Solok H. Gusmal serrta merta dalam sambutannya mengaku takjub terhadap penyelenggaraan MTQ Lembang Jaya, lantaran dihadiri oleh banyak kalangan. Fenom,ena itu pertanda bahwa pembangunan pendidikan, terutama pendidikan bidang keagamaan merupakan bentuk komitmen para penyelenggara pembangunan terhadap usaha usaha biodang kemasyarakatan.

Pemerintah Kabupaten Solok, kata Gusmal, senantiasa memrioritaskan program pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan. Pendidikan keagamaan dalam kaitan itu merupakan salah satu factor penentu atas semua kemajuan.

Dengan pembangunan pendidikan kegamanaan diyakini usaha pembangunan bidang lain akan menjadi motivasi yang tinggi, “ kata Gusmal.

Terkiat dengan penyelenggaraan MTQ Kecmaatan Lembang jaya itu sendiri, yang notabene adalah potret dari kebersamaan warga dengan pemerintah kabupaten Solok dalam melakukan syiar agama, diharapkan menjadi sebuah kekuatan yang fundamental dalam membentuk moral generasi muda untuk masa yang akan dating. Kita meyakini benar, bahwa tiada dengan peningkatan pendidikan keagamaan akan mampu membetengi diri generasi mendatang terhadap gejala gejala budaya asing yang dikahwatirkan akan merusak mental generasi kita.

“ Karena itu dengan penyelenggaraan MTQ jangan hanya sekedar menampilkan kegiatan serimonial saja. Tetapi lebih diharapkan sebagai wahana evaluasi sejauh mana masyarakat dan generasi muda kita mengamalkan nilai nilai kandingan Al qur’an itu sendiri, “ sebut Bupati Solok.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Kantor departemen Agama Kabupaten Solok Drs. H. Syahrul Wirda, bahwa MTQ sejatinya adalah rangkaian kegiatan keagamaan untuk lebih meningkatkan pengamalan makna kandungan Al-qur’an itu sendirti.

Selain sejumlah anggota DPRD, yang selalu hasdir pada kegiatan serupa adalah ketua TP_PKK Kabupaten Solok Ny. Hj. Des Gusmal, Asisten I Ny. Hj. Nellies S.Sos,MM, Kepala Kantor Inforkom Alfajri, kepala Satpol PP Drs. Asril, MM, Kepala Dinas Perhubungan, Drs. REaflis, Kepala Dinas perndidikan Naspi, SH, MM, kepala Kantor KB Drs. Jasril serta Anggota DPRD Propinsi Sumbar Hendri Irawan, SE.

Pembukaan MTQ Nasional ke 33 tingkat Lembang Jaya yang ditandai dengan pemukulan Drumband oleh Bupati Solok, dimeriahkan juga dengan pawai ta’’aruf yang dipadukan dengan pawai alegoris peringatan HUT-RI ke 63 yang diikuti oleh seluruh kafilah dari 5 nagari di kecamatan Lembang Jaya. -402-



KALENDER WISATA

8 08 2008

Dinas Pariwisata Kab. Solok Bakal Wujudkan Mimpi Festival Singkarak-Danau Kembar

 

Solok. -Setelah beberapa kali mengalami pengunduran jadwal karena berbagai alasan untuk menutupi ketidak mampuan,  mimpi untuk melaksanakan Festival Danau Kembar di Kabupaten Solok  dalam waktu dekat tampaknya akan menjadi kenyataan.        Kepastian penyelenggaraan kegitaan pariwisata terbesar itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kab. Solok Syafrizal SJ SE ketika ditemi Singgalang di ruang kerjanya, di Arosuka.

” Kita menjadwalkan Festival Singkarak-Danau Kembar selama sepekan penuh, mulai tangggal 23 sampai 27 Agustus 2008 mendatang, ” ujar mantan Kabag Umum Setda Kab. Solok yang baru sebulan terakhir dipromosikan Bupati Solok sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat.

            Kendati kapasitasnya dalam struktur kepanitaan sebagai Sekretaris, tetapi pelaksanaan Festival Singkarak-Danau Kembar (FSDK) bagi Syafrizal memiliki makna ganda. Selain sebagai Pengejawantahan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi),  alek gadang bidang kepariwisataan itu sekaligus menjadi sebuah tantangan yang mesti sebagai sebuah peluang untuk menguji kinerjanya dalam tempo 100 hari masa jabatannya yang bakal dievaluasi oleh Bupati Solok. 

            Guna mewujudkan impian tersebut, langkah pertama yang dilakukan Syafrizal begitu menduduki jabatan strategis itu melakukan Konsultasi dengan Departemen Pariwisata dan Kebudayaan RI serta  merangkul sejumlah dan komponen kepariwisataan di Sumatera Barat, disamping pemantapan struktur kepanitiaan Festival Singkarak-danau Kembar (FSDK).

            ” Panitia Penyelenggara sudah terbentuk yang dikuatkan dengan  SK  Bupati Solok, termasuk finalisasi Jadwal Festival Singkarak-Danau Kembar 2008 itu sendiri. Direncanakan pembukaan FSDK dilakukan oleh  Menteri Pariwisata dan Kebudayaan RI, ” tutur Syafrizal sembari mengharapkan kegiatan Festival Singkarak -Danau Kembar  menjadi bagian dari kalender wisata Nasional.

            Festival Singkarak -Danau Kembar 2008 yang lebih menonjolkan objek  wisata alam  dan budaya tradisi, juga bakal diramaikan dengan sejumlah permainan anak nagari setempat, disamping juga dilakukan berbagai perlombaan.

            Diantara yang cukup sensasional adalah penampilan alek tradisi74 nagari di Kabupaten Solok. Kegiatan kebudayaan tersebut rencananya akan diagendakan untuk terdaftar pada Musium Rekor Indonesia (MURI).

            Didampingi Kabag TU Dinas Pariwisata Jhoni Pribudi Amra, SH,  Seketaris FSDK yang juga kepala Dinas Pariwisata Kab. Solok itu menyebutkan jumlah dana yang dialokasikan untuk kgiatan tersebut sebanyak Rp 500 juta yang dialokasikan dalam APBD setempat.

            Dana dimaksud memang dirasakan minim, namun dengan dukungan sejumlah sponsor dan donatur lainnya, pihaknya berharap kegiatan FSDK berlagssung sukses dan meriah. Kemeriahaan FSDK tentunya ditandai dengan arus kunjungan wisata ke daerah itu akan semakin meningkat.

               FSDK sejatinya adalah wahana promosi bidang kepariwisataan. Leh karena itu diperlukan dkungan dana yang tinggi dan butuh keberanian untuk menyelenggarakannya dalam segala keterbatasan biaya, ” ujarnya.

            Selain enampilkan beragam kesenian tradisi, kemeriahaan  FSDK juga ditandai dengan beragam lomba, seperti Festival Layang -Layang Tradisional tingkat Sumbar,  Pacu biduk Tradisional se Sumbar, Lomba Ayam Kukuek Balenggek,  Pemilihan Uda-Uni, Lomba makanan Spesifikasi,  Pameran dan Bazar serta eksebishi Paralayang,serta Lomba Foto Wisata Kab. Solok untuk tingkat  Sumbar.

            ” Sekaligus kita juga akan mengadakan lomba membuat berita FSDK untuk kalangan wartawan, ” sela Kabag TU Dinas Pariwisata setempat, Jhoni Pribudi. -Rusmel-



Blog Wartawan Solok

18 06 2008

Selamat datang ke blog2.plasa.com. Ini adalah blognya Wartawan Solok yang dikelola oleh Rusmel, wartawan harian Singgalang Padang. Sebuah kehormatan dan kebanggaan pula ketika anda semua mau menghabiskan waktu untuk berkunjung ke situs ini.

Dari Solok kami kirimkan salam persahabatan!